Senin, 12 November 2012

Hubungan Motivasi , Komunikasi , Konflik , Kepemimpinan , dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja


BAB I . TEORI

A. MOTIVASI
TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)
Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.


B. KOMUNIKASI
Teori Komunikasi Menurut Joseph A Devito
Joseph A Devito mengemukakan pendapat bahwa komunikasi adalah Adanya keterbukaan(openess), kesamaan(equality), empati (empathy), dukungan (supportif) dan positif(positiveness ) . Menurut Joseph A. Devito, komunikasi antarpersonal adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Komunikasi antarpersonal dinilai paling baik dalam kegiatan mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan perilaku komunikan. Alasannya adalah karena komunikasi antarpersonal dilakukan secara tatap muka dimana antara komunikator dan komunikan saling terjadi kontak pribadi; pribadi komunikator menyentuh pribadi komunikan, sehingga aka nada umpan balik yang seketika (perkataan, ekspresi wajah, ataupun gesture). Komunikasi inilah yang dianggap sebagai suatu teknik psikologis manusiawi.



C.KONFLIK
Teori Konflik Menurut Karl Marx
Konflik merupakan pertentangan antara kelas borjuis melawan kelas proletar yang memperebutkan sumber-sumber ekonomi (alat-alat produksi).



Kelas sosial :
Karl Marx menjelaskan bahwa masyarakat pada abad ke-19 di Eropa, terbagi menjadi 2 kelas sosial yakni

·         Borjuis       : Pada jaman kolonialisme kaum pemilik modal yaitu mereka yang memiliki alat-alat kerja/produksi misalnya pabrik, mesin, dan tanah. Tetapi pada jaman modern, kaum borjuis adalah mereka yang memiliki knowledge/keahlian khusus.

·         Proletar      : Kaum pekerja miskin.


D. KEPEMIMPINAN

Teori Kepemimpinan Menurut Robert House

Sekarang ini salah satu pendekatan yang paling diyakini adalah teori path-goal, teori path-goal adalah suatu model kontijensi kepemimpinan yang dikembangkan oleh Robert House, yang menyaring elemen-elemen dari penelitian Ohio State tentang kepemimpinan pada inisiating structure danconsideration serta teori pengharapan motivasi.
Dasar dari teori ini adalah bahwa merupakan tugas pemimpin untuk membantu anggotanya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberi arah dan dukungan atau keduanya yang dibutuhkan untuk menjamin tujuan mereka sesuai dengan tujuan kelompok atau organisasi secara keseluruhan. Istilah path-goal ini datang dari keyakinan bahwa pemimpin yang efektif memperjelas jalur untuk membantu anggotanya dari awal sampai ke pencapaian tujuan mereka, dan menciptakan penelusuran disepanjang jalur yang lebih mudah dengan mengurangi hambatan dan pitfalls (Robbins, 2002).

E. PERKEMBANGAN KARIER
Teori Perkembangan Karir Menurut Ginzberg
Teori perkembanagan karir (development career choice theory) Ginzberg merupakan hasil kerjasama suatu tim yang mempelajari tentang pengaruh perkembangan terhadap pemilihan karir. Kelompok ini terdiri dari Eli Ginzberg yang seorang ahli ekonomi, S. Ginzburg yang seorang psikiater, S. Axelrad yang seorang sosiolog, dan J. Herma yang merupakan seorang psikolog. E. Ginzberg, S. Ginzburg, S. Axelrad, dan J. Herma memulai penelitian pada tahun 1951 dengan maksud mengembangkan suatu konsepsi tentang pilihan jabatan sebagai bagian dari suatu studi tentang dunia kerja. Kelompok ini memandang masalah pilihan jabatan dari sudut perkembangan orang muda. Menurut pandangan kelompok Ginzberg ini pilihan jabatan tidak hanya terjadi sekali saja, melainkan mengalami suatu proses perkembangan yang meliputi jangka waktu antara enam sampai lima belas tahun.





BAB II. ALASAN


A. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)
            Alasan saya memilih teori motivasi menurut Abraham Maslow karena semua kebutuhan yang terstruktur menjadi sebuah hirarki dan jika tingkat yang terendah (no. 5) dari kebutuhan telah terpenuhi, manusia akan termotivasi oleh kesempatan untuk memiliki kebutuhan berikutnya dalam tingkakatan kepuasan hidup mereka. Misalnya orang yang sedang kelaparan karena kekurangan makanan akan termotivasi untuk mendapatkan upah seberapapun besarnnya demi bisa membeli makanan sebelum memikirkan memiliki pekerjaan tetap atau penghargaan dari orang lain. Sebuah perusahaan yang mempekerjakan karyawan karenanya harus menawarkan insentif yang berbeda kepada pekerjanya dalam rangka membantu mereka memenuhi setiap kebutuhannya serta peningkatan kualitas hidup para karyawan. Seorang manajer juga harus menyadari bahwa tidak semua karyawannya termotivasi dengan cara yang sama dan tidak semua mampu mencapai tingkat kesejahteraan hidup pada kecepatan yang sama. Oleh karena itu, para manager mungkin harus menawarkan satu set insentif yang sedikit berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lainnya.
B. Teori Komunikasi Menurut Joseph A Devito
Alasan saya memilih teori komunikasi menurut Joseph A Devito karena komunikasi antarpersonal dilakukan secara tatap muka dimana antara komunikator dan komunikan saling terjadi kontak pribadi; pribadi komunikator menyentuh pribadi komunikan, sehingga aka nada umpan balik yang seketika (perkataan, ekspresi wajah, ataupun gesture). Komunikasi inilah yang dianggap sebagai suatu teknik psikologis manusiawi.
C. Teori Konflik Menurut Karl Marx
            Alasan saya memilih teori konflik menurut Karl Marx karena dengan adanya kelas-kelas sosial baru dapat terjadi dengan adanya dukungan perubahan modal produksi sehingga menimbulkan pembagian dan spesialisasi kerja serta hadirnya organisasi modern yang bersifat kompleks. Perubahan tatanan masyarakat dari yang semula tradisional agraris bercirikan feodal menuju masyarakat industri modern memungkinkan timbulnya kelas-kelas baru. Kelas merupakan perwujudan sekelompok individu dengan persamaan status. Status sosial pada masyarakat tradisional seringkali hanya berupa ascribed status seperti gelar kebangsawanan atau penguasaan tanah secara turun temurun. Seiring dengan lahirnya industri modern, pembagian kerja dan organisasi modern turut menyumbangkan adanya achieved status, seperti pekerjaan, pendapatan hingga pendidikan.


D. Teori Kepemimpinan Menurut Robert House

Alasan saya memilih teori kepemimpinan menurut Robert House karena tugas pemimpin untuk membantu anggotanya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberi arah dan dukungan atau keduanya yang dibutuhkan untuk menjamin tujuan mereka sesuai dengan tujuan kelompok atau organisasi secara keseluruhan. Selain itu , model kepemimpinan seperti ini juga akan menjadi efektif karena pengaruh motivasi mereka yang positif, kemampuan untuk melaksanakan, dan kepuasan pengikutnya. Teorinya disebut sebagai path-goal karena memfokuskan pada bagaimana pimpinan mempengaruhi persepsi pengikutnya pada tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalan untuk menggapai tujuan.

E. Teori Perkembangan Karir Menurut Ginzberg
            Alasan saya memilih teori perkembangan karir menurut Ginzberg karena teori-teori karir yang berfokus pada proses secara garis besar dapat dikelompokan menjadi empat kelompok besar teori, yaitu ; developmental theory, life span life-space theory, theory of circumscription and compromise, individualistic approach. Sekalipun demikian terdapat aspek yang menjadi ciri khas teori karir yang berfokus pada proses adalah sama-sama memperhatikan waktu. Hal ini disebabkan oleh asumsi dasar teori proses yang menyatakan bahwa ‘time is important consideration in the developmental approaches and takes into account that career choice is not just a single static decision, but raher is a dynamic development process involving a series of decission made over time’ (Patton & McMahon, 2006:49). Dari asumsi tersebut dapat ditarik sebuah pemahaman bahwa, pengembangan karir dalam pandangan teori proses merupakan hal terjadi sepanjang hayat, dan merupakan proses yang dinamis.










BAB III. KESIMPULAN

Motivasi merupakan keinginan, hasrat motor penggerak dalam diri manusia, motivasi berhubungan dengan faktor psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan, dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia sedangkan daya dorong yang diluar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan. Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama secara produktif sehingga dapat mencapai dan mewujudkan tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung prilaku manusia supaya mau bekerja sama secara giat sehingga mencapai hasil yang optimal. Suatu perusahaan dapat berkembang dengan baik dan mampu mencapai tujuannya, karena didasari oleh motivasi.
Kenyamanan dan kebahagiaan seorang karyawan tentulah juga menjadi dua faktor terpenting bagi sebuah perusahaan. Pasalnya, dua faktor tersebut bisa sangat mempengaruhi kualitas pekerjaannya yang secara langsung juga turut memberi imbas pada kelangsungan nasib perusahaan tersebut. Karena itu, dibutuhkan sebuah jalinan komunikasi yang baik antara atasan dan karyawannya. Komunikasi sendiri telah menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal tersebut memiliki peran yang lebih penting lagi, saat kita tengah menjalani rutinitas di dalam pekerjaan, karena efektivitas komunikasi antara atasan dan karyawan bisa menjadi salah satu hal yang paling utama untuk membuat karyawan merasa betah dan nyaman. Selain itu seorang manajer juga diharapkan bisa menjadi teman sekaligus sebagai orang tua dalam organisasi sehingga dengan keadaan seperti itu perkembangan organisasi bisa diciptakan dengan baik dan dapat mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi dalam organisasinya.
Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
            Berdasarkan materi yang sudah penulis sampaikan, dapat kami simpulkan bahwa teori perkembangan karir Ginzberg menyatakan pilihan karir tidak hanya terjadi sekali saja melainkan mengalami suatu proses perkembangan yang meliputi jangka waktu tertentu. Sehingga pilihan-pilihan yang dibuat awal proses perkembangan vokasional berpengaruh terhadap pilihan selanjutnya, dengan demikian suatu keputusan yang diambil dapat ditinjau kembali. Dalam pemilihan karir terdapat tiga tahapan utama yaitu fantasy, tentatif, dan realistik. Kekuatan teori ini adalah dengan melewati fase seorang individu secara berangsur-angsur dalam jabatan, dan sifatnya yang masih sementara sampai orang dewasa dapat membuat pilihan jabatan untuk mendapatkan karirnya. Kelemahannya terletak pada keterkaitan individu pada fase yang dilalui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar